Ternyata pada ngebet jadi menteri.

Dapat telfon dari teman yang dekat dengan para petinggi partai, susunan kabinet iseng kemarin yang jadi berita ternyata membuat efek lebih besar dari sekedar cuma jadi berita. List itu ternyata beredar ke milis-milis dan tampaknya sampai juga ke tangan para petinggi partai itu.

Sudah 3 partai yang protes ke teman gua, karena susunan kabinet itu dianggap tidak mengakomodir kepentingan partai dan merusak bursa calon menteri karena hanya menempatkan satu nama untuk setiap partai dan sisanya diisi oleh para profesional. Belum lagi jabatan menko yang dihapus makin mengurangi jatah partai-partai tersebut.

Padahal susunan kabinet itu cuma gua bikin dalam 3 jam dan harus diakui masih tidak memperhatikan suku, agama, golongan apalagi partai. Dari list aslinya sendiri sudah 2 nama yang diganti karena protes terhadap rekam jejak calon menteri tersebut.

Yah kalo namanya memang pengen dimasukin jadi daftar calon menteri, silahkan kirim cv lengkap, afiliasi partai, suku, agama, golongan dll. Gua bakal bikin list menteri lagi yang memperhatikan itu semua dengan riset yang lebih mendalam.

ps: masih bertanya-tanya, memang list menteri gua beneran dibaca sama orang yang bakal milih menteri itu, koq sampai pada heboh begitu. Benarkah efek internet/blog di Indonesia sudah sedahsyat itu.